Teman Menggapai Mimpi

SAYA masih terpaku dengan apa yang tertulis di layar komputer: Selamat Anda diterima di jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia. Hari ini adalah pengumuman penerimaan mahasiswa Undangan, dan saya baru saja mendapati sebuah kabar yang beberapa tahun setelahnya betul-betul mengubah hidup saya. Berkuliah di kampus ternama, boleh jadi mimpi besar bagi saya, seorang anak nelayan yang…

Hati-hati dengan Jakarta yang Tidak Punya Hati

Saya kira, tidak ada yang salah dan aneh dengan hari itu. Semua terasa sama seperti hari biasa: saya mandi pukul tujuh, memasang baju, sampai di halte Gerbatama pukul delapan dan berangkat menuju kantor di daerah Kebon Jeruk dengan menumpangi Deborah. Liburan semester genap kali ini saya memutuskan untuk bekerja di sebuah majalah remaja yang berkantor…

Guslaini, Ibu Nomor Satu di Dunia

Bila ada yang bertanya, apakah saya sudah pernah bertemu dengan malaikat, maka jawaban saya: sudah! Sosok dan figur Ibu adalah malaikat dalam hidup saya. Bagi saya, ia adalah Ibu nomor satu di dunia. Ibu saya lahir dari pasangan Fatimah dan Abdul Munaf, dengan nama Guslaini. Gus, sebagaimana sapaan akrabnya, diambil dari nama tengah bulan kelahirannya:…

Sambutan Hangat Om Kurnia Effendi untuk Waktu Pesta

Aku mengenal Om Kurnia Effendi (Keff) lewat cerpennya. Kemudian, untuk pertama kali, aku bertemu langsung di Sanggar Pelangi. Guru menulisku, Om KW, mengajaknya singgah di Sanggar Pelangi, di Gunung Pangilun Padang. Ketika berbincang dengannya, logat khasnya membuat aku sangat dapat menyimpulkan tanah asalnya: Tegal. Pertemuan berikutnya adalah di Serang, Banten. Saat itu, aku hadir dalam…

Akademi Bercerita PlotPoint: Bercerita Tanpa Jeda

Suatu hari, saya mewakili FISIPERS untuk acara journalist network, sebuah acara temu wartawan kampus yang digelar Lembaga Teknika, media di Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Di acara itu, saya berkenalan dengan pegiat media di Fakultas Hukum, namanya Shierly Desliyani, mahasiswa Hukum Universitas Indonesia. Di hukum, namanya Perfilma (Pers, film, fotografi dan musik mahasiswa). Saat presentasi perngenalan…

Bunda Rika dan Waktu Pesta

Namanya, Rika Noor Athari.  Perempuan yang lahir di Padang, 8 Mei 1992 silam. Kami memanggilnya Bunda Rika. Bunda, ya. Sederhana, usia kami terpaut satu tahun. Pribadi yang penyanyang, perhatian, dan ceria. Dia adalah Ibu kami, yang selalu mengerti kami. Karena itu, kami panggil dia dengan sebutan itu. Ketika Waktu Pesta beredar pertama kali di Gramedia…

Menanti Februari: Sebut Saja Itu Kejutan

Salah satu cara merawat perasaan bahagia adalah dengan memperpanjang ‘usia’ rasa itu, menyiapkan kejutan kecil setiap setiap hari Telah lama, saya terbiasa menyiapkan kejutan-kejutan kecil untuk diri saya sendiri. Konon, rasa ini membuat saya bahagia. Bila berkenan singgah di kamar saya, di kos, ada semacam kalender (linimasa) yang berisi 35 kotak bentuk kubus yang biasanya…

Surat Kangen dalam Botol Kaca

Ini naskah lama, menjumpai aku tiba-tiba ketika iseng menanyai Paman Google tentang arsip karya-karyaku selama ini. Ketemulah naskah ini, naskah yang meraih Juara 2 Lomba Menulis Pengalaman Pribadi yang dihelat CurhatKita.com sekitar tahun 2009 silam. Naskah aslinya berjudul Lentere Bu Minda. Bu Mindawati, begitulah namanya. Guruku ketika menempuh pendidikan di SMP 7 Padang. Sudah lima…

Memorabilia 19 Tahun

Tuhan, kepada-Mu semestinya aku berterima kasih. Selasa, 16 Oktober 2012, aku genap berusia 19 tahun. Aku amat senang, seperti biasa, berlimpah doa dari teman, sahabat, dan orang-orang terdekat. Aku nggak bisa bayangin, betapa bahagia diri ini kalau semua doa-doa itu dipeluk Tuhan, dinyatakan sebagai kebahagiaan untukku. Seperti biasa, momen pergantian usia adalah ajang evaluasi resolusi…

Inilah Jadwal Penayangan Profilku di DAAI TV

Sedikit Prolog Huft, syukurlah, semua berjalan dengan indah. Pengambilan gambar tentang kegiatan sehari-hariku sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia pun berlangsung alot. Untungnya, reporter dan camera person yang ditugaskan sangat mengerti diriku. Lebih-lebih Kak Ai, sang Reporter, ia sudah kuanggap sebagai kakak sendiri dan betapa kami berusaha untuk…