Lelaki yang Mencari Kembali Dirinya

Sumber foto: http://cdn.collider.com/wp-content/uploads/2016/09/headshot-iko-uwais.jpg
Sumber foto: http://cdn.collider.com/wp-content/uploads/2016/09/headshot-iko-uwais.jpg

Film aksi pertama dari sutradara Kimo dan Timo. Dibangun dengan ide cerita yang menarik, walau terasa jejak film The Raid yang kental.

Di atas ranjang sebuah rumah sakit, di kota yang berpantai —kota yang tidak terlalu ramai itulah seorang lelaki terbaring. Seorang lelaki tanpa nama pada papan di muka ranjang. Dokter yang menanganginya, Ailin (Chelsea Islan) bolak-balik menghampiri, siapakah lelaki ini? Kapan ia akan sadar?

Namun begitu si lelaki bangun dari koma, terjelaskanlah ia amnesia. Siapa dirinya? Darimanakah ia berasal? Sementara ia sendiri, tanpa keluarga. Iseng mengutip nama dari tokoh pencerita novel Moby Dick karya Herman Melville, Ailin memanggil si lelaki Ishmael. Paling tidak membantu Ishmael mengigat kehidupannya di masa yang dulu.

Dan masih menggantung pertanyaan: siapakah dirinya, dan bagaimana ia bisa tak sadarkan diri begitu lama, sembari mencari-cari, kita baru saja diperkenalkan dengan si jago berantem itu. Dunia yang seperti tidak aman bagi lelaki ini, membuat sang dokter cantik Ailin berpikiran membawa Ishmael (Iko Uwais) ke Jakarta. Namun, Ishmael menolak dengan alasan ia akan mencari tahu siapa dirinya, apakah dia orang baik atau orang jahat, satu janji yang ia ucapkan ia akan tetap bertemu lagi dengan Ailin. Dan belum-belum, napas sebagai film aksi pun telah berbunyi peluitnya. Penyerangan dimulai. Penuh tembakan dan baku hantam. Penuh darah, dan juga ketegangan.

Penuh darah seakan mampu mewakili film-film garapan sutradara yang berjuluk The Mo Brothers, Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel. Ingat film terdahulunya yang bergenre horor slasher –atau horor jagal, Rumah Dara (2009) dan Killers (2013). Kini duo sutradara Kimo dan Timo yang biasanya senang “memasak” horor jagal, bagai menyuguhkan menu masakan baru: film laga. Dan bagaimana peruntungan mereka dalam menggarap ini?

Keduanya memang tak pernah muncul dengan film dengan cerita klise. Ide cerita pada setiap film yang mereka garap selalu menarik dan tereksekusi dengan baik. Headshot pun juga memiliki ide menarik. Saat dibawa ke cerita masa kecil si lelaki dengan luka jahitan di kening—Ishmael ini adalah yang paling menarik. Kisah anak-anak yang bertarung di dalam sumur, dan bagaimana kehidupan mereka dewasa kelak? Ini yang kemudian diceritakan Kimo dan Timo pada sebuah geng terkuat, yang disegani: yang kepala araknya adalah Lee (Sunny Pang), yang menyantap mie sebelum membunuh yang bersimbah darah. Katakanlah ide cerita dari film dua Kimo dan Timo tak perlu diragukan. Namun bagaimana elemen lain dalam film laga pertama mereka ini?

Pada akhirnya, kita harus mengatakan bahwa menu masakan baru Kimo dan Timo ini memang lezat: adegan tembak-tembakan di bus yang reot itu, adegan di sarang geng, adegan sumur dan juga perkelahian Ishmael dengan Rika (Julia Estelle) di pantai yang gambarnya sangat “seksi”. Namun menu ini ada yang terasa tidak segar. Menu ini hampir basi karena kita sudah menikmatinya pada film The Raid (2011) racikan Gareth Evans. Sulit untuk tidak membawa ingatan kita pada setiap dentum dan tembakan serta darah yang berceceran hampir setiap saat. Apakah risiko karena memasang Iko Uwais? Bisa jadi, sehingga setiap unsur masakan ini membuat serba terasa ala The Raid. Apakah tidak ada sedikit rasa yang menyentak? Tentu saja, karena menarik melihat akting Chelsea yang jauh dari film terdahulunya. Kita jadi tahu bintang muda ini betul-betul berusaha keras untuk film ini memeranan Ailin sebaik mungkin. Dan apa yang lain, selain scoring yang juga khas The Raid. Tentu saja, apakah seseorang akan teringat The Raid tidak lagi menjadi penting karena Kimo dan Timo tidak pernah menggarap filmnya setengah-setengah. “Makanan” atau menu baru yang dicobanya ini tetap menarik untuk disantap.

HEADSHOT
Sutradara :  Kimo Stamboel, Timo Tjahjanto
Skenario : Timo Tjahjanto
Pemain : Iko Uwais, Julie Estelle, Chelsea Islan, David Hendrawan, Sunny Pang, ,  Zack Lee, Yayu Unru, 
Produksi : Screenplay Infinite Films

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s