Resensi

Seminggu untuk Jatuh Cinta Lagi

Sumber: www.traxonsky.com

Adegan saat Tyo dan Tania dirawat di rumah sakit, di kamar yang sama (Sumber: http://www.traxonsky.com)

Film tentang kehidupan keluarga urban yang membayar kerinduan kita menyaksikan Dian Sastro kembali berakting, sekaligus menampilkan duet yang asyik dengan aktor kondang Lukman Sardi.

Tania (Dian Sastro) memerankan tiga peran sekaligus dalam hidupnya. Ia seorang ibu untuk Alya, buah hatinya. Ia seorang istri untuk suaminya, Tyo (Lukman Sardi), sang sutradara. Dan ia juga seorang wanita karier yang passionate, seolah kerja adalah napasnya. Di antara kesibukan mendongengkan buah hati saban malam, dan mengingatkan suami untuk ini-itu, ia juga harus berkutat dengan urusan kantor.

Sementara, Tyo adalah sutradara yang mencintai kehidupannya. Ia tipikal yang perfeksionis, bahkan dari cara dandannya, dia bak seorang produser yang duduk di kursi sutradara. Dari tampilannya yang rapi dan necis, seperti itupula adegan-adegan yang ia garap. Ingin sempurna, ingin yang terbaik. Meski, harus diganjar virus hepatitis yang mengharuskan ia dirawat.

Cerita sepasang suami istri metropolitan inilah yang dihadirkan Fajar Nugros lewat film drama komedi bertajuk 7 Hari 24 Jam. Tania dan Tyo adalah sampel menarik dari kehidupan keluarga urban hari ini. Mereka sibuk mengejar karier. Kadang, lupa merawat keluarga. Kita jangan berharap akan melihat Tania dan Tyo duduk semeja bersama putrinya saat sarapan, makan siang, apalagi makan malam. Kita tak akan melihat mereka bisa menikmati kumpul bersama di rumah, menonton televisi, atau ke bioskop.

Karena itulah, saat Tyo jatuh sakit, ia punya waktu lebih hangat dengan Tania. Ia menanyakan, alasan Tania mau dinikahinya. “Karena aku suka dengan prinsip kamu,” begitu alasannya. Dalam sakit, mereka bisa lebih romantis lagi. Di ranjang rumah sakit, mereka tidur berdua. Seakan membayar waktu dan kesempatan yang mahal, untuk bisa tidur berdua di ranjang yang hangat di rumah. Hampir setiap malam, Tania tidur sendiri, setelah mendongengkan Alya.

Ide cerita yang menarik, muncul ketika Tania yang harus menjalankan rutinitasnya, demi karier yang cemerlang, tetap merawat Tyo, merawat putrinya, membuat ia ikut-ikutan dirawat karena gejala tifus. Dokter memutuskan mereka dirawat sekamar. Dan, pada hari-hari di ranjang rumah sakit itulah… ada banyak hal tak terduga, bisa terjadi pada sepasang suami istri yang lima tahun lamanya hidup bersama. Boleh jadi, lima tahun belum cukup —bahkan tak ada waktu yang cukup— untuk saling mengenal. Dalam sakit, keduanya tetap memikirkan karier.

Hari demi hari di ranjang rumah sakit, adalah waktu yang penting, untuk saling mengenal lebih jauh satu sama lain, bagi sepasang suami istri ini. Konon, usia lima tahun (tahun ganjil) perkawinan itu rawan, kata teman karib Tania, Fransiska. Tyo belum berdamai dengan rasa cemburunya, ketika bos Tania membesuk di hari ketiga. Tania juga belum berdamai dengan rasa cemburunya saat artis yang pernah bermain di film suaminya, Mila (Aline) datang di hari kelima. Sebentar-sebentar bisa terjadi ledakan kecil, marah-marahan seperti orang pacaran –atau seperti kanak-kanak—dan nanti bisa romantis lagi. Yang tak bisa dimaafkan Tania, adalah di hari keempat, saat Tyo menghancurkan sesuatu yang telah ia bangun susah payah: karier. Dan puncaknya adalah di hari ketujuh. Tania sangat terluka dengan omongan Tyo yang kasar, dan sungguh menyakitinya. Saat itulah, Tania mempertanyakan rumah tangganya.

7 Hari 24 Jam patut diapresiasi karena muncul di tengah kekeringan film drama komedi dewasa yang bicara soal kehidupan domestik di industri film kita. Belakangan, industri tampaknya sibuk dengan film-film adaptasi dari novel remaja, yang juga untuk pasar remaja. Kita hampir tak punya drama komedi yang bisa (setidaknya) menghadirkan duet asyik setara Adam Sandler dan Drew Barrymore dalam filmnya Blended (2014) dan 50 First Dates (2004). Akhirnya, film ini membuat kita yakin, pasar yang menjanjikan untuk film drama komedi untuk mature seperti ini, setidaknya punya film yang layak tonton.

Meski tidak menjual konflik yang besar-besar, film ini sebenarnya sederhana, hanya menjual drama kecil yang bila dilihat dengan kaca pembesar bernama hati, akan terlihat besar. Kita akan masuk pada dimensi tentang betapa pentingnya pranata keluarga. Betapa pentingnya saat seorang ayah, ibu dan anak berkumpul, dan melupakan sejenak kariernya. Singkatnya, Fajar Nugros berhasil mengaduk dan mengemas sesuatu yang “sangat dalam” dan vital tentang keluarga sebagai perekat dan pondasi segala hal, namun hal yang sarat psiko-sosiologis itu, disajikan dengan ringan, santai dan sederhana.

Yang agak disesali adalah atribut “jualan” di sana-sini sangat menganggu kekhusukan kita menyimak adegan yang beragam: haru, kocak, kadang romantis. Tentu saja kita memaafkan Fajar, sebab film mana yang tidak butuh uang untuk menggarapnya.

Sementara itu, seperti pada film dan peran apapun yang diberikan kepadanya, Lukman Sardi dijamin tak akan pernah mengecewakan kita. Ia mengunyah segala jenis peran untuknya. Di film ini, kita melihat sosoknya yang lain lagi. Seorang bapak, seorang pemimpi, dan seorang suami, yang punya cinta besar, namun kadang ia luput menyampaikannya dengan cara yang tepat. Seorang sutradara yang baik pun, belum tentu berhasil “mengarahkan” kehidupan rumah tangganya sebaik mungkin. Bahkan, ia masih membutuhkan waktu seminggu lamanya, mendefinisikan ulang cinta. Dan membahasakan cinta dengan melupakan kursi sutradaranya, dan kembali ke rumah, untuk menyampaikan bahwa ia telah jatuh cinta lagi.

7 HARI 24 JAM

Sutradara: Fajar Nugros, Penulis Skenario: Nataya Subagya, Pemeran: Dian Sastrowardoyo, Lukman Sardi, Minati Atmanegara, Ari Wibowo, Aline Andita

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s