Resensi

Teror Boneka Buruk Rupa yang Serba Tanggung

Sumber: hotcore.net

Sumber: hotcore.net

Spin- off The Conjuring yang gagal mengulang kesuksesan film sebelumnya. Memainkan banyak elemen menciptakan efek kejut.

Boneka itu sungguh memiliki rupa yang buruk. Rahang wajahnya buruk. Senyumnya buruk —alih-alih membuat orang gemas dan ingin mencubit pipinya– boneka itu malah terlihat sangat menakutkan. Rambutnya, poni rapi tipis dan rambut panjangnya dikepang dua, lalu diikat dengan pita, dijatuhkan ke depan. Pipinya merah. Alinya tegas, hitam tipis. Ia memakai lipstik warna gelap. Dan ia terus-terusan melotot dengan bola matanya yang bulat besar seperti hendak menyembul dari rangka matanya. Orang memanggilnya, Annabelle.

Cerita nyata boneka raggedy ann yang yang terjadi sekitar tahun 1970, mengilhami Produser James Wan. James menitipkan sedikit cuplikan Annabelle dalam film terdahulunya The Conjuring. Sinematografer The Conjuring, John R. Leonetti duduk di kursi sutradara, menggandeng Gary Dauberman sebagai penulis skenario. Keberhasilan The Conjuring dengan horror berkelas dengan kengerian yang betul-betul menghibur, membuat penonton berharap besar pada Annabelle.

Sebagai film yang diangkat dari kisah nyata, James tetap menyajikan yang baru. Kisah asli Annabelle sama sekali tidak divisualkan utuh, selain meminjam karakter Annabelle. Dalam kisah nyata, Annabelle adalah milik Donna, seorang mahasiswa ilmu keperawatan. Dalam film Annabelle hidup bersama keluarga Mia Gordon (Annabelle Wallis) dan John Gordon (Ward Horton). Anabbelle mengusik ketenteraman keluarga kecil ini. Meski sudah dibuang, dan John pindah rumah, Annabelle datang kembali. Ia datang menuntut jiwa.

Dari segi cerita, Annabelle terbanting jauh ketimbang The Conjuring. Kita merasakan pada banyak bagian yang sangat dipaksakan, kasar dan alih-alih membuat takut, justru membuat kesal. Sosok Evelyn (Alfre Woodard) yang diakhir cerita melakukan hal yang tak kita duga, sangat menuntut penjelasan. Bagian saat Mia kehilangan akal sehat, juga terasa tanggung. Lebih-lebih dengan akhir yang demikian, membuat cerita menjadi serba tanggung.

Tapi tangan koki andal bernama James Wan terasa sekali di sejumlah bagian. Kita merasakan upaya-upaya dia, yang seolah tak pernah kehabisan akal untuk menciptakan kengerian. Membuat kita “terhibur” saat ditakut-takuti. Misalnya, saat Annabelle duduk di kursi malas, dan kursi malas naik turun, dan gambar disorot dari bawah —memperlihatkan tapak sepatu Annabelle dan gaunnya. Tiba-tiba, kursi berhenti sendiri. Atau saat adegan Mia naik ke atas flatnya, saat ia menemukan gambar-gambar yang tercecer. Gambar berantai bahwa Leah yang ada di dalam kereta dorong ditabrak truk. Ia mengira gambar itu buatan anak lelaki yang berlagak sombong yang ditemuinya di anak tangga saat berangkat ke luar. Dan juga saat piringan hitam yang sudah dimatikan tiba-tiba menyala lagi.

Namun, bagi penikmat horror nomor wahid, kengerian Annabelle tak ada apa-apanya. Kita tak merasakan keberhasilan James Wan seperti di film-filmnya yang lain: Saw, Insidious, atau Dead Silence. Orang menunggu-nunggu untuk ditakut-takuti, tapi sepanjang film diputar, tak ada bagian yang benar-benar membuat kita terhibur karena benar-benar menyeramkan. Karena dalam konteks film horror, terhibur adalah saat sang juru cerita dan sutradara berhasil membuat penonton digentayangi pikirannya, bahkan saat sudah keluar dari ruang bioskop, membawa ketakutan itu pulang.

ANNABELE

Produser: James Wan dan Peter Safran  Sutradara: John R. Leonett  Penulis Skenario: Gary Dauberman Pemain: Annabelle Wallis, Ward Horton, Alfre Woodard  Produksi: New Line Cinema

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s