Puisi yang Akan Membangunkanmu

Foto Koleksi ribadi Kristo
Foto Koleksi Pribadi Kristo

; untuk Kristo Baskoro

Aku tulis puisi ini kepada Tuhan. Kepada zat yang berjaga. Aku memohon ruh. Puisi mana yang sekiranya membangunkanmu dalam tidur panjang, Bung?

Apa harus aku bisikan ke telingamu bagaimana Chairil menyebut dia dalam doa. Atau seperti lelaki yang berpuisi di Mandalawangi memuja Tuhannya dari atas puncak Simeru?

Atau, mati terkoyaklah aku dalam duka ini bila tak jua merasai dihunus belati odemu, sajakmu, drama yang membikin damai hati. Tumpullah akhirnya semua kata-kataku. Sekiranya.

Pada-Mu. Aku sekarat di ranjang. Kaulah jua yang beri arti seonggok daging yang panjatkan doa. Dan tak lagi kami tahu harus menuju siapa, selain sujud dan doa Yang selalu kami kirim dalam hari yang basah. Musim yang kian gelisah.

Di ranjang Tuhan, kami sebutkan namamu

Kami merindu kata, merindu senyum, merindu segala. Ranum rindu itu. Keringlah sungai airmata di saat hati kemarau berpanjangan dan tiada jua kembali ruh yang kami tunggu menuju musim yang berpuisi, waktu yang tersenyum memelukmu gigil yang menyertai sendu

Di titik manakah kami akan lupa caranya berpuisi?

Sebelum akhirnya kami berharap kau yang membangunkan agar kami tak murtad dari puisi, selalu dalam jalan

dan lindungan-Nya. Kepada zat yang berjaga.

Yang selalu kami sertakan namamu, dalam doa menyebut nama-Nya.

Amin.

Depok, 16 Desember 2012

(Foto: Dok.Kristo Baskoro)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s