Belajar Santun Berbahasa pada Anies Baswedan

Sejauh ini, saya melihat sedikitnya dua tokoh yang santun dan terampil berbahasa; Anies Baswedan dan Andy F. Noya, tulis saya di twitter, Sabtu, 1 Desember 2012.

Sejak bertemu pertama kali pada acara Bedah Kampus, Kampus Goes to Kampuang 8 yang dihelat Ikatan Mahasiswa Minang Universitas Indonesia dan menghadikan Anies Baswedan, saya merasa kagum pada Anies. Tutur kata yang ia ucap, yang keluar dari mulutnya, bagai orangtua yang memberi nasihat bagi anaknya. Pemikiran-pemikirannya sangat maju, dan ia pun pandai menyampaikan setiap pemikirannya itu dengan bahasa yang ramah. Ingat pula saya, ketika peringatan bulan bahasa Oktober lalu, Haluan, melalui tulisan Mak Naih (Nasrul Aswar), menyatakan dia sebaga salah satu ilmuwan muda yang pandai berbahasa.

Sumber Foto: google.com
Anies Baswedan

 

“Selain pejabat negara, ada seorang ilmuwan muda, Anis Baswedan namanya yang mampu berbahasa Indonesia dengan apik, santun, komunikatif, dan artikulatif,” tulis Pak Nasrul.

Sabtu lalu, 24 November 2012, saya kembali bertemu Anies untuk kedua kalinya. Kali ini, ia diminta memberi sambutan dalam Pelantikan 30 Pengajar Terpilih Gerakan UI Mengajar Angkatan ke-2. Saya senang bertemu Anies untuk yang kedua kalinya. Ketika ia memberi sambutan, saya menunggu, merasa tergugu ketika dari mulut Anies, keluar banyak kalimat bernas, penuh makna. Dari cara bertutur, saya yakin betapa ia berpikir baik-baik, sehingga yang keluar dari mulutnya benar-benar serangkaian kalimat-kalimat terpilih yang membuat saya terdiam, terpana.

Saya jadi ingat, pada tulisan yang saya tulis tentang Anies, ketika mengikuti Lomba Menulis Artikel Tokoh Inspirator. Saya menulis tentang Anies kala itu, dan keluar sebagai Juara II. Kala itu, saya masih buta soal dia. Belum pernah bertemu, pula. Tapi, dorongan yang kuat menulis tentang dia datang dari inspirasi yang ia beri atas
setiap pemikirannya. Saya kira, tak berlebihan bila saya sebut ia seorang tokoh muda, tokoh intelektual, tokoh yang dipundaknya, masa depan bangsa ini kita tumpangkan.

Twit Gua yang Difavorit-in Sama Anies
Twit Gua yang Difavorit-in Sama Anies

*) Oh ya, sebagai bacaan, saya lampirkan di bawah ini buat kalian, Artikel yang meraih Juara 2 Lomba yang saya sebut di atas. Mungkin, naskah ini banyak celahnya, karena ditulis pada tahun 2010. Masih banyak kurang di sana-sini.

Anies Baswedan Ph.D.

Tokoh Intelektual Hebat yang Jadi Inspirator Khalayak

Oleh Dodi Prananda

Ketika menyebut Universitas Paramadina, hal pertama yang melintas dalam benak saya adalah Sang Rektor, Anies Baswedan. Kesuksesan yang diraih oleh Universitas Paramadina sebagai perguruan tinggi swasta yang memiliki kualitas yang baik, tentu tidak terlepas dari ‘usaha’ yang dilakukan oleh Anis Baswedan.

Anies Rasyid Baswedan Ph.D, begitu nama lengkap pria kelahiran Cirebon 7 Mei 1969, akan tetapi ia lebih santer dipanggil Anies Baswedan. Nama Anies Baswedan mungkin tidak asing lagi di telinga sebagian orang. Betapa tidak, perannya sebagai tokoh yang memberikan pengaruh besar , melambungkan nama Anies ke tengah masyarakat Indonesia.

Sumber Foto: google.com

Anies merupakan putra sulung tiga bersaudara pasangan Dr.Rasyid Baswedan dan Prof.Dr.Aliyah Rasyid MPd. Kendatipun lahir di Cirebon, Anies justru dibesarkan di Yogyakarta.

Dalam buku Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti kata anis sendiri yaitu ‘tanaman yang tumbuh disepanjang kawasan Laut Tengah yang mana memiliki buah kecil-kecil dan berbau harum yang digunakan sebagai obat-obatan dan rempah-rempah’. Akan tetapi  versi ibunya, arti nama putra sulungnya yaitu ‘teman duduk’. Nama tersebut melambangkan ketaatan seorang anak, selain juga dimaksudkan untuk mengenang nama kakak perempuan tercinta Rasyid yang bernama Anisah yang saat itu sudah meninggal.

Melancong ke masa kecil sang inspirator, membuka kenangan dan memoir lama seorang Anies yang begitu akrab dengan sang kakek, Abdurrahman Baswedan yang akrab disapa AR Baswedan. Kakeknya adalah pemrakarsa Parta Arab Indonesia di tahun 1930-an, Jurnalis, dan sempat diberikan kepercayaan menjabat sebagai Menteri Penerangan (1946) era revolusi.

Anies besar di lingkungan keluarga pejuang yang amat sederhana, pendidik, dan sosialis. Benteng agama yang kuat kian melekat pada diri Anies kecil. Anies ditempa oleh sang kakek untuk mengajarkan nilai-nilai kereligiusan dengan basis rohani berpondasi kokoh. Nilai-nilai keagamaan adalah hal yang paling dijunjung oleh AR Baswedan kemudian ditularkan kepada sang cucu.

Anies tak hanya diajarkan tentang bagaimana menjalani kehidupan berlandaskan agama, tetapi juga ditempa untuk berkompeten membina sebuah persahabatan yang harmonis, apresiasi terhadap diferensiasi antara sesama makhluk Tuhan, sikap toleransi, kejujuran bahkan tentang ketulusan. Hal-hal inilah yang menjadi pelajaran yang patut dipedomani sosok Anies di masa kecilnya.

Dalam keseharian di rumah, lingkungan keluarga harmonis dan mengimplementasikan kejujuran, kerukunan, sikap toleransi keadilan, melatih Anies kecil menjadi pribadi yang lebih baik. Konkretnya, sewaktu di meja makan, tak jarang ayah dan ibunya membiasakan makan bersama. Di meja makanlah, kedua orangtua Anies kerapkali memberikan pembelajaran tersirat yang melatih Anies untuk bersikap positif.

Misalnya, ketika lauk pauknya adalah telur dadar. Yang memotong telur untuk kemudian dibagi adalah salah seorang dari anak. Anak yang memotong telur itu sendiri, mendapat potongan terakhir sehingga ia harus memotong telur seadil mungkin. Hal ini jelas mengajarkan betapa keadilan bisa diimplementasikan dimana saja. Dengan cara yang unik bahkan. Tidak abstrak, malah tampil sebagai sesuatu yang terasa dekat dalam kehidupan sehari-hari.

Masa kecil seorang Anies Baswedan tergambar cukup menyenangkan. Betapa tidak, kedua orangtuanya Dr.Rasyid Baswedan dan Prof.Dr.Aliyah Rasyid M.Pd yang notabenenya adalah seorang arsitek dan guru besar, memberikan nilai positif yang ditularkan kepada Anies. Tak ayal, karena kedua orangtuanya berkecimpung dalam profesi sebagai civitas akademika membuat Anies tertular hobi membaca buku. Koleksi buku yang representatif milik kedua Ibunya menantang Anies untuk memperbanyak jumlah koleksi bukunya. Sehingga tak heran, diusianya yang masih belia, Anies sudah terdaftar sebagai anggota perpustakaan Kedaulatan Rakyat, koran tertua di gudeg itu.

Bahkan adalah salah satu kenangan yang paling berkesan di masa kecil seorang Anies Baswedan, ketika ia seminggu sekali naik sepeda menuju kantor Kedaulatan Rakyat, waktu itu ia diantar oleh ayah dan ibu untuk meminjam buku di Perpustakaan Kedaulatan Rakyat.

Memasuki dunia Anis kecil lebih jauh, membuka potongan-potongan memoir yang amat indah ketika seorang Anies Baswedan kerap kali mengoleksi buku-buku biografi. Konon, kegemarannya mengkoleksi buku-buku biografi karena buku biografi bercerita tentang kehidupan seorang tokoh sejak kecil hingga menuai kesuksesan.

Anies mendapat sentuhan influence terhadap buku-buku biografi yang dibacanya. Tak hanya berorientasi atas inspirasi yang didapatnya ketika membaca buku biografi, Anies merasa dengan membaca buku biografi tokoh ia mampu berpikir sejak dini tentang cita-citanya yang sesungguhnya. Ketika ia membaca buku biografi Thomas Alva Edison misalnya, Anies juga merasa tertarik untuk menjadi insinyur.

Tak cukup dengan hobi membaca buku, ia mengeksplorasi cakrawala yang ia milikki. Lebih dari itu, pengalaman paling berharga yang ia dapat ketika menetap selama setahun di Milwauke, Wisconsin, Amerika Serikat, menjadi salah satu indikasi betapa Anies lahir secara perlahan-lahan membuat gebrakan terdahsyat dalam hidupnya.

Setahun lamanya ia menetap di sana untuk menjalani masa Program Pertukaran Pelajar AFS (sebuah program exchange student) ketika ia masih duduk di bangku SMA. Pengalaman berharga itu barang tentu telah membuka perspektif, cakrawala serta pola pikir Anies yang lebih luas.

Setahun di Milwauke, Wisconsin, Amerika Serikat Anies menetap bersama keluarga Katolik Jerman yang memiliki ketaatan dalam hal religiusitas. Tentu saja Anies ditempa untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan yang memiliki diferensiasi yang signifikan dengan Indonesia. Bahkan Anies sempat menuturkan dalam kalimatnya yang amat menyentuh, “Ketika kita hidup berdampingan, sebenarnya kita memiliki perasaan damai yang lebih. Suasana yang terbangun adalah kesalingpengertian yang dalam” begitu bijak Anies memandang perbedaan menjadi sesuatu yang indah bernama persahabatan dan kekeluargaan.

Dari perjalanan masa kecil itulah yang telah melahirkan Anies Baswedan menjadi sosok yang luar biasa. Tentu saja banyak perubahan yang telah ia buat untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Prestasi gemilang yang sungguh luar biasa baru-baru ini ia sabet dengan begitu hebat, Anies dinyatakan sebagai 20 tokoh dunia berpengaruh yang membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang. Hal tersebut dipaparkan secara gamblang oleh Majalah Foresight yang terbit di Jepang akhir April lalu. Ia menjadi satu-satunya orang dari Asia Tenggara yang disebut di situ, juga satu-satunya pendidik dalam daftar di Foresight itu.

Foresight merupakan salah satu penerbit tertua Jepang, Shinchosha, dan merupakan majalah berkualitas prima, bonafid, yang mengulas berita dan analisis politik dan ekonomi internasional dan domestik Jepang. Jadi merupakan sebuah kebanggan terbesar bagi Anies karena dirinya mampu setara dengan 20 tokoh lainnya.

Anies mampu sejajar tokoh dunia lain yang tercatat juga sebagai 20 tokoh berpengaruh di dunia. Sebut saja Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin, Presiden Venezuela Hugo Chavez, Menlu Inggris David Miliband, anggota Parlemen dan Sekjen Indian National Congress India Rahul Gandhi, serta politisi muda Partai Republik dan anggota DPR AS, Paul Ryan.  Dari kalangan pemimpin muda seperti pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg, pegolf Tiger Woods, Anchor CNBC-India Shireen Bhan, CEO YouTube Chad Hurley dan pebalap F-1 Michael Schumacher.

Anies yang juga menjabat sebagai Direktur Riset The Indonesian Institute Center for Public Policy and Analysis Jakarta ini menyimpan tekad untuk turut meretas bangsa Indonesia yang dipandang dunia melalui jalur pendidikan. Beberapa hal telah dilakukan oleh Anies demi guna mendongkrak eksistensi pendidikan Indonesia di mata dunia. Salah satunya saja dengan mengantarkan Paramadina menjadi universitas kelas dunia.

Sejak memimpin Universitas Paramadina, tiga tahun lalu, Anies telah melakukan beberapa hal yang revolusioner, dan dianggap tidak lazim terjadi di dunia pendidikan swasta di Indonesia ini. Di antaranya dengan pemberian beasiswa bagi ratusan mahasiswa berbakat bertajuk ‘Paramadina Fellowship’ tapi kurang mampu dan pewajiban mata kuliah anti-korupsi. Paramadina Fellowship adalah gagasan yang dibuat oleh Anies demi mewujudkan impian siswa kurang mampu tapi berprestasi untuk tetap mengenyam pendidikan.

Tak muluk-muluk, siswa yang berhasil mendapatkan tiket Paramadina Fellowship tidak perlu mengeluarkan dana pendidikan dan cukup menanti gelar sarjana saja. Hal ini membuat kita menarik konklusi bahwa betapa pedulinya Anies akan pendidikan demi guna mencetak mahasiswa yang mampu disetarakan dengan mahasiswa terbaik di Indonesia yang memiliki kompentensi yang tinggi.

Kupasan pada majalah Foresight yang bertajuk “20 Orang 20 Tahun” itu menuliskan secara ekspositif mengenai ulasan 20 tokoh yang diperkirakan bakal menjadi perhatian global karena mereka akan sangat berperan dalam perubahan dunia dua dekade mendatang. Anies Baswedan merupakan salah satu calon pemimpin Indonesia masa mendatang.

Dikatakan dalam majalah itu, bahwa ia seorang muslim moderat yang sampai saat ini tetap konsisten pada pendiriannya untuk tidak memihak pada kekuatan (politik) tertentu. Tak hanya itu, bahkan Anies juga disorot sebagai sosok yang memiliki citra yang netral, adil, serta memiliki pandangan yang berimbang. Oleh karena itu, Anies berhasil meraih kepercayaan luar biasa dari masyarakat luas, termasuk banyak tokoh politik.

Bentuk apresiasi yang sandang oleh Anies menjadi orientasi bahwa perhatian dunia terhadap Indonesia semakin meningkat. Tak hanya itu, bahkan dalam waktu yang berdekat permintaan untuk menjadi menthor  dalam pelbagai konfrensi Internasional berdatangan untuknya. Sebut saja pertemuan internasional di Tokyo, London, Copenhagen dan Madrid, serta Young Global Leaders Summit, di Tanzania, Afrika.

Pada April 2008 Majalah Foreign Policy, Amerika, pernah memilih Anies sebagai satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam daftar ‘100 Tokoh Intelektual Dunia’ bersama Noam Chomsky, Al Gore, Francis Fukuyama, Samuel Huntington, Vaclav Havel, Thomas Friedman, Bernard Lewis, Lee KuanYew dan pemenang Nobel asal Bangladesh, Muhammad Yunus.

Tahun 2009 Anies juga mendapatkan penghargaan sebagai salah seorang ‘Young Global Leaders 2009’ dari Forum Ekonomi Dunia (The World Economic Forum, WEF). Namanya disejajarkan bersama 230 orang pemimpin muda dunia yang dianggap memiliki prestasi dan komitmen kepada masyarakat, serta mempunyai potensi untuk berperan dalam memperbaiki dunia di masa mendatang. Yang jelas, menjumpai Anies Baswedan sekarang terasa seperti menjumpai harapan akan masa depan Bangsa Indonesia yang bermartabat tinggi dan memiliki eksistensi di mata dunia.

Begitulah saya mengagumi Anis.

Jakarta-Padang, 16 Mei 2010

Referensi

http://sosok2009.blogspot.com/2009/06/meretas-batas-anis-baswedan.html

http://www.femina-online.com/serial/serial_detail.asp?id=187&views=62

http://www.femina-online.com/serial/serial_detail.asp?id=186&views=64

http://www.femina-online.com/serial/serial_detail.asp?id=187&views=63

http://www.femina-online.com/serial/serial_detail.asp?id=188&views=67

http://www.femina-online.com/serial/serial_detail.asp?id=189&views=84

http://id.wikipedia.org/wiki/Anies_Baswedan

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/05/01/53398/Anies-Baswedan-Satu-dari-20-Tokoh-Dunia-Berpengaruh

http://inioke.com/konten/1223/anies-baswedan-20-orang-berpengaruh-20-tahun-mendatang.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s