Jatuh Cinta pada Maudy Ayunda

Sejak dulu, aku sangat paham bagaimana misterinya sebuah perasaan. Lebih-lebih perasaanku sendiri. Singkat, aku tak mudah jatuh cinta. Tidak segampang membalikkan telapak tangan, perkara mencintai wanita itu. Rasanya, mahal harga sebuah jatuh cinta. Mahal dan barangkali tidak bisa dibanderol. Dan perasaan itu, juga tidak bisa dikonversi ke angka, apalagi ke hal yang kuantitatif. Tapi, orang sering kali terjebak. Menyamakan mana lelaki yang sok jual mahal, parlente dengan perempuan atau alih-alih bakal dicap ‘nggak normal’.

Orang bilang, aku gila! Tepat ketika suatu kesempatan, aku berujar, aku jatuh cinta pada Gita Gutawa. “Sinting!” kata seorang teman. “Lho, kenapa? Dosa kalau aku jatuh cinta sama Gita?” timpalku. Aku tidak ingin berdebat panjang, pun sebenarnya terus terang. Memangnya, kalau aku jadian suatu hari nanti dengan Gita, atau misalkan ya, Tuhan menjodohkan kami, apa itu sebuah mukjizat? Bukan tidak mungkin, Gita adalah tulang rusukku, semisal Tuhan mengucapkan mantra sakti: Kun Fayakun! Tapi, orang bilang itu gila, andai-andai yang terlalu berandai.

Cintaku untuk Gita masih sama. Rasanya pun juga begitu. Perasaan jatuh cinta untuk Gita masih demikian!

Tapi, kemudian, ada yang mengusik. Seorang perempuan lain. Bernama lengkap Ayunda Faza Maudia. Orang mengenalnya dengan Maudy Ayunda. Ini terjadi ketika Maudy hadir di program Hitam Putih Trans 7 suatu sore. Ia menyanyikan lagu gubahannya sendiri.

“Sempurna!” kata yang sangat representatif memujinya. Maudy membuat aku teringat Gita. Mereka punya kesamaan; sama-sama jago akting, jago nyanyi, dan jago akademis. Sejak dulu, aku selalu mendambakan perempuan yang pintar, punya intelektual, dan punya pesona yang sebaiknya hanya aku yang bisa merasakan.

Gambar
Inilah wajah cantik Maudy Ayunda yang membuat aku jatuh dari cinta (Foto:Google.com)

Maudy tiba-tiba menguasai labirin yang bernama pikiran. Aku masih bisa dengan sangat rapi menyimpan gambaran tentang bagaimana syahdu ia memetik dawai gitarnya. Mengeluarkan suara merdurnya melagukan original soundtrack Perahu Kertas. Bagaimana ia tersenyum. Berkata dalam bahasa Spanyol yang fasih. Membuat semua lelaki terpana dengan ending; jatuh hati!

Setiap perempuan yang aku sukai, yang membuat aku jatuh dari rasa cinta, selalu aku bayangkan wajah mereka bila suatu waktu, mereka adalah istriku. Istri yang menemani setiap kunjunganku keluar negeri, istri yang dari rahimnya, aku diberi buah hati. Istri yang setiap pagi memasangkan dasi. Menyusukan bayi-bayi kami. Istri yang menghapus airmataku di saat aku merasa Tuhan telah memberi perempuan yang tepat dan mencintai. Dan, disitulah, hadir wajah Gita Gutawa dan Maudy Ayunda.

Rasanya, menjadikan mereka calon istri, di suatu hari nanti, bukan sesuatu yang ajaib atau sinting, seperti yang kalian bayangkan. Aku masih percaya Tuhan!

Iklan

4 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s