Modus Anomali, Teka-Teki yang Terpecahkan! (Bagian 2)

Perjalanan menuju kantor Yayasan Obor Indonesia di Jalan Plaju No.10, Jakarta Pusat, ternyata menyimpan makna tersendiri. Di peron, setelah hampir satu jam menunggu kereta Commuter Line jurusan Kota, saya bertemu Vani Natalia Thresia Pasla, teman di Komunikasi, yang kebetulan ada keperluan ke Glodok dan hendak menuju Stasiun Jakarta Kota. Perjalanan di kereta, kami habiskan untuk berdiskusi seputar soal film Modus Anomali, ketika tak sengaja, saya menanyakan pada dia (tepatnya ketika melihat advert film tersebut di kereta), apa sudah menonton film garapan Joko Anwar tersebut? Gayung bersambut, dia telah menonton dan berhasil mencerna sempurna!

Dari obrolan panjang dengan Vani, saya mulai memecahkan satu persatu teka-teki. Dia tampaknya sangat paham setiap detail misteri yang terselip dalam film bergenre Thriller Psikologi tersebut. Ketidakmengertian saya, dengan perlahan, ia coba jelaskan. Dan, inilah, pemahaman sekaligus sedikit kritikan saya sejauh ini tentang film tersebut sejauh ini.

John sedang berpetualang di hutan untuk menyelesaikan pesta pembunuhannya (Foto:Google)

Saya menilai, Joko memakai cara yang kurang tepat untuk mengelabuhi penonton, untuk menampilkan suatu cerita yang unpredictable dari film ini. Sebagai seorang storymaker, saya amat terbiasa untuk menghadirkan sebuah cerita yang menjadi suprise pembaca di akhir cerita, yang harus dengan cerdas dikemas, disembunyikan, semata demi menipu, mengelabuhi pikiran dan apa yang ditangkap oleh pembaca ataupun penonton dalam hal ini. Tetapi, agak sedikit berbeda dengan cara Joko mengemas suprise itu, bahwa apa yang ia sembunyikan akan tetapi tidak serta merta terjelaskan dengan clear di akhir cerita. Satu hal yang menjadi perhatian saya adalah tipuan yang ada dalam sejumlah sinopsis film Modus Anomali yang dimuat dalam sejumlah media online (termasuk di situs resmi 21cineplex). Dikatakan dalam sinopsis, John adalah bagian dari sebuah keluarga yang anggota keluarganya terbunuh di hutan. Padahal, sebenarnya, John adalah aktor dari pesta pembunuhan tersebut. Inilah yang membuat saya susah mencernanya, karena dari awal, persepsi saya seolah diajak untuk menyimpulkan bahwa John adalah ayah dari keluarga. Tanpa saya sadari, ternyata, kenyataannya bukan demikian. Sebab, John secara sengaja membuat dirinya hilang ingatan agar ketika ia sadar muncul perasaan dan halusinasi dalam dirinya untuk merasa bahwa ia adalah keluarga yang terbunuh. Sehingga munculah kesimpulan; pembunuh mencari pembunuh. Pembunuh yang takut dibunuh. Sungguh cerdas Joko, menipu penontonnya.

Tulisan ini saya tulis semata demi membantu mereka yang mungkin masih bertanya-tanya. Bila Anda menonton, jangan asumsikan dalam diri bahwa John adalah keluarga yang anggotanya keluarganya dibunuh secara kejam oleh seorang pembunuh, yang juga merekam adegan ia membunuh sang istri dari keluarga pertama yang tengah hamil. Sebab, ketika John muncul di awal film, dimana ia ditampilkan sedang bangkit dari liang lahat, hilang ingatan, bahwasanya kejadian ia lupa dengan identitas dirinya tersebut adalah bagian dari pengaruh cairan yang ia suntikkan dalam dirinya. Apa yang telah ia perbuat pada keluarga pertama (keluarga dengan istri yang diperankan Hanah Al-Rasyid, memiliki sepasang anak), alur membunuh tersebut terjelaskan melalui peristiwa sama yang juga menimpa keluarga kedua, tepatnya ketika John hendak pulang menemui istri dan anaknya di rumah, namun ia urung melanjutkan perjalanan ke rumah karena melihat sebuah keluarga baru yang juga tengah berlibur di hutan. Bila saya tak salah alur, kurang lebih, cara John membunuh adalah begini: setelah sebelumnya ia mengubur diri sendiri, sempat menyuntikkan sebuah cairan agar ia hilang ingatan, ia melihat hasil pembunuhannya melalui sebuah video (sehingga muncul ketakutan dan perasaan bahwa sesuatu telah menimpa keluarganya), perasaan bahwa ia adalah suami dari keluarga yang terbunuh, petualangan dia menyelamatkan anaknya dengan rasa ketakutan dibawah pengaruh cairan tersebut, alarm-alarm yang menjadi penanda bahwa ia harus segara menyelesaikan petualangan, ia akan menyelesaikan permainan dan pesta pembunuhannya dengan menghabisi anak dari keluarga yang dibunuh, John kembali ke awal (setelah melihat penanda tulisan yang ia tulis di tubuh sang bapak dari keluarga).

Penanda-penanda yang terjadi pada keluarga pertama, secara jelas tergambarkan pada peristiwa yang menimpa keluarga kedua. Bagaimana John berpura-pura menjadi tetangga dari kabin tempat keluarga kedua tengah berlibur. Ia pun menyamar seolah-olah menjadi orang baik, yang kemudian secara kejam menghabisi bapak dari keluarga kedua (yang diperankan Surya Saputra), dan tetap membiarkan istri dan anak dari keluarga tersebut dalam keadaan belum mati. Lantas, John membuat video, bagaimana cara ia membunuh sang istri perlahan-lahan (video ini akan ia lihat kemudian, setelah ia bangkit dari liang lahat dan serta merta merasa bahwa istrinya telah terbunuh), dan seterusnya. (Bersambung)

 

Iklan

40 comments

  1. “Lantas, John membuat video, bagaimana cara ia membunuh sang istri perlahan-lahan (video ini akan ia lihat kemudian, setelah ia bangkit dari liang lahat dan serta merta merasa bahwa istrinya telah terbunuh), dan seterusnya.”

    Tapi menurut saya kaya ada 1 yang kurang Mas. Yaitu 1 orang yang mengetuk pintu sewaktu John dan keluarganya liburan. Kira2 itu siapa ya? Apa ada orang lain?

    • itu si john sendiri, coba liat di keluarga yang ke 2, video2 yang ada sang suami dihapus, agar si john yang bangun dri kubur, mengira bhwa itu kluarganya…

  2. okey, saya baru saja iseng googling untuk melihat pendapat orang-orang yg telah menonton Modus Anomali. sebenarnya sudah sejak filmnya rilis saya sangat antusias dengan film ini, hingga sekarang ada tugas kampus dan saya memutuskan untuk memilih film ini sebagai objek tugas saya, kembali saya harus membreakdown memori saya tentang film ini. dan disini saya menemukan artikel ini.

  3. Setelah membaca artikel ini saya ingin sharing dengan penulis mengenai film ini. Karena pendapat saya sedikit berbeda dg yang disampaikan dalam tulisan ini. Bukan bermaksud menggurui hanya ingin share sebagai sesama mahasiswa Ilmu Komunikasi. Pertama, saya merasa Modus Anomali adalah film Joko Anwar yg paling sederhana dr segi materi dibandingkan dg Kala atau Pintu Terlarang. Dua film pendahulunya tersebuat jauh membuat penonton berfikir tentang makna tersirat yg dikandung film, sedangkan pada modus anomali otak kita baru bisa dipekerjakan saat mendekati ending, dan tentunya sebelum credit tittle berakhir misteri modus anomali dg sempurna bisa dipecahkan kalau kita lebih jeli. Jadi saya kurang setuju kalau dikatakan Joko Anwar kurang tepat dalam mengelabuhi penonton, karena pada pengalaman menonton saya yg pertama kali saat credit tittle bergulir memang saya masih berpikir, seperti bermain puzzle dan menyusun ulang materi yg saya dapatkan saat nonton film, dan Voila saya langsung berteriak “Film ini sakit”, bukan hanya tokoh utamanya yg sakit tapi ide sutradaranya yg sakit, luar biasa, brilliant! Modus Anomali adalah salah satu film thriller indonesia favorit saya, selain Rumah Dara dan Belenggu!

  4. Menurut saya cara terbaik untuk menikmati film ini adalah mengikuti alurnya. Memang kita harus bertanya-tanya dulu dari awal film hingga pertengahan, kita harus rela dibodohi sang sutradara, kita harus mengikuti permainannya. Dan satu hal, mestinya kita tidak perlu banyak bertanya, “siapa penjahatnya” atau “kenapa begini”, “maksudnya apa” karena pertanyaan-pertanyaan tersebut justru akan membuat kita semakin tersesat. Sebab tidak mungkin kita bisa menemukan inti film pada bagian awal. Kita memang baru dijejali berbagai macam informasi pada bagian akhir. Dan percayalah kalau film ini sangat brilliant dalam kesederhanaannya. 🙂

  5. pertanyaan yang belum terjawab setelah melihat beberapa review. Siapakah sosok yang membakar dan memanah John jika pembunuhnya adalah dirinya sendiri?

    • Jawabannya adalah: kemungkinan antara keluarga yang diburu John. Antara anak kecil atau anak perempuan itu, yang tampil di awal, dan memang kehadiran kedua anak ini mengecoh kita. Sebab, bila tidak hati-hati mencernanya, kita pasti menganggap dua anak ini adalah anak John. Padahal, dia adalah anak yang orangtuanya dibunuh John.

    • izin jawab juga nih. sosok yang membakar john itu bener kata TS nya antara anak kecil yang cowo dan perempuan itu. kenapa begitu? bisa kita liat sendiri ketika adegan anak perempuan itu yang memberikan sebuah pisau ke anak laki laki tsb ketika bersembunyi di hutan (liat jenis pisaunya, itu jenis pisau yang sama ketika ada seseorang yang memasukan pisau ke dlm peti sebelum john dibakar).

      Hal yang membingungkan kalo menurut saya sendiri sih.. ketika john sedang “berjalan2” dihutan kan itu ada sesosok orang bermasker membawa golok atau semacamnya.. nah dia itu siapa? itu yang paling menggantung di benak saya haha.

      btw artikel yang bagus nih, saya jadi mengerti kisahnya karna sebelumnya saya sangat bingung akan film modus anomali ini haha thanks!

      • Tampaknya, orang yang bermasker itu, hanyalah bentuk khayal atau ilusi John. Namanya, juga dibawah pengaruh ‘obat’ aneh itu, sehingga halusinasi John membuat ia merasa diburu seseorang. Padahal, sebenarnya, justru ialah yang sedang ‘memburu’

      • emang sih kalo d liat dr jenis pisau nya itu kmungkinan pelakunya anak yg mncari ayahnya tp knp dy tiba2 mngunci peti trs dbakar trs mengunci rungan itu….sbelumnya gak d kunci kn?

      • Tri, itu pengaruh cairan yang disuntikkan John ke tubuhnya, sekaligus menjadi pengecoh penonton.. dia memasukkan tubuhnya sendiri ke peti itu antara lain karena efek merasa dikejar penjahat, padahal dia adalah penjahatnya. formula yang sama juga dipakai pada film Belenggu, coba bandingkan, mungkin kamu akan lebih mudah mencernanya

    • Namanya, juga punya kelainan psikologis, sehingga batas antara khayal dan realitas jadi kabur. Anomali dalam dirinya itu bertumbuh, sehingga dalam pikirannya, bunuh-membunuh adalah pekerjaan yang menyenangkan dan meninggalkan ‘kepuasaan’ yang tak terjelaskan, yang hanya John yang dapat merasakan.

  6. ini cerita psikopat tripping yang jadi video editor: (awal) jam 5.05 X terbangun/ (5.23)sampai di pondok/(8.35) X lari pagi dan home run, kembali ke tempat ia terbangun/ (9.15) X melihat foto korban – identifikasi sebagai ‘John’ – apakah betul dia bernama John?/ (9.30) X tidur dan terbangun lagi sore2/(12.25) ke gubuk jam 11.10 tidur lagi dalam peti, peti seakan terbakar, ini halusinasi (21.35) keluar bawa lentera dan pisau/pistol?/ (27.00) kedua anak berbekal samurai pendek dan roti?/ (27.55) X kembali ke pondok, membenahi mayat wanita, nyambung nonton video/ XXX – (31.50) shot diri X adalah KECOHAN, dibuat DI LUAR pondok – XXX/ (34.04) jam 2.13 malam, dikejar orang lagi, ini halusinasi/ (46.00) kedua anak mati, putri terkena perangkap, putra tertebas golok, X berjalan keluar hutan/ (50.00) YYY – X menemukan John Evans dengan torehan di dada ‘kembali ke awal’ – lalu kembali ke tempat ia dikuburkan -YYY/ (52.25) menemukan kembali suntikan obat kuat penghilang ingatan, menyuntik diri, muntah2an dan terkapar lagi di tempat ia terkubur/

    • Terima kasih sekali data ini. Ini akan membuat kita bisa lebih cermat lagi menangkap semua “kecohan” dan “tipuan”. Harus hati-hati dan jeli mencerna film yang digarap sutradara hebat.

  7. (55.56) terbangun lagi, pagi2 pergi ke tempat mobil disembunyikan, menyetir mobil menuju pondok, menemui pendatang pondok baru ayah, ibu, 2 putra/ (1.05) X mandi dan ganti kostum, memperkenalkan diri pada pendatang pondok baru sebagai ‘tetangga’/ (1.07) X menyerang keluarga, semua terkapar/ (1.10) X membunuh ayah dengan tongkat besbol, melihat2 video rekaman hendikem/ (1.12) X membuat video kecohan seperti XXX dan menyisipkan/mengedit video rekaman keluarga tersebut/ (1.13) X berganti kostum lagi, mengorok ibu/ (1.15) X mengubur ayah dan menoreh dadanya seperti YYY , sebelumnya X meninggalkan pesan tulisan pada kedua putra yang pingsan dan meninggalkan samurai kecil/ (1.18) mobil kembali disembunyikan/ (1.19) menyuntik dan mengubur diri lagi, menunggu kedua putra terbangun malam nanti…

    • Terima kasih sekali data ini. Ini akan membuat kita bisa lebih cermat lagi menangkap semua “kecohan” dan “tipuan”. Harus hati-hati dan jeli mencerna film yang digarap sutradara hebat.

  8. trus yg bikin bingung siapa yg bakar peti tempat john ngumpet?
    yang ngikutin john bawa senjata, sampe john bikin jebakan (yang akhirnya anak cewe mati), yang udah manah john (kena tangannya)

  9. yang nelfon si pembunuh setelah ending pertama itu siapa? ada juga fotonya brsama keluarganya yang ada di sun shield mobil itu siapa??

  10. bener-bener salut deh, sma Joko Anwar, saya dari begining sampai ending film, jujur hanya menikmati sensasi thriller saja, dan tidak tau apa yang terjadi sbnarnya.. dan akhirnya web ini sangat membantu! thanks bang dodi prananda 🙂

    • CAIRANnya sebenernya simpel. Cairan pertama berfungsi mengembalikan ingetan. Habis nyuntikin cairan pertama, John ingetannya kembali. Dia jadi inget dimana dia nyembunyiin mobilnya. Dia juga sempet nelpon istrinya yang sebenernya yang fotonya ada di dalem mobil. Cairan kedua fungsinya buat ngilangin ingetan, habis dia nyuntik cairan kedua dia langsung ngubur diri.

  11. Yang masih mengganjal di pikiran saya kenapa si John tidak bisa terbunuh dengan mudah? dan harusnya john tidak membunuh seseorang yang dia anggap anaknya sendiri. Jadi pembunuhan yang dilakukan john itu ada unsur salah sasaran semua karena tidak tahu orang yang mengejarnya adalah orang yang dianggap anaknya. Okelah anggap saja itu sebuah kebetulan, tapi bagaimana dengan pesta pembunuhan yang dia lakukan ke keluarga berikutnya? kalau dipiki-pikir akan sangat berisiko terbunuh. Misalnya dia melihat orang yang dianggap anaknya, tidak mungkin john akan membunuhnya tapi malah john yang bakal kena panah atau kena bacok

  12. yang saya bingung, kenapa di dompet si john itu ada foto keluarga pertama? trus yang keluarga kedua ada fotonya juga ga di dompetnya si john?

    • Coba saya jawab. Foto keluarga pertama ada di dompet John karena John sendiri yang memasukkannya sebelum menyuntikkan cairan yang membuat lupa dan mengubur dirinya hidup-hidup, supaya ketika keluar dari kubur John mengira itu adalah istri dan anak-anaknya.

  13. q msh bngung ttg film modus anomali.kalo memang john adlh pelaku sbnrnya sejak awal…terus pas adegan dy dibakar d dlm peti itu sp donk pelakunya?

  14. Saya ingin sedikit berkomentar mengenai film ini. Jujur saya juga malah baru menonton. Saya akan paparkan sedikit gambaran saya tentang film ini. Di film ini, ada dua keluarga yang menjadi korban pesta pembunuhan sang psikopat yaitu John Evans. Sebut saja KELUARGA PERTAMA dan KELUARGA KEDUA. Keluarga pertama, Seorang Ibu yang tengah Hamil dengan satu orang putra dan satu orang putri. Lalu siapa Ayah dari KELUARGA PERTAMA ? Saya menduga ayah dari keluarga pertama ini adalah orang yang terkubur yang kemudian digali kembali oleh John setelah PUTRA dari KELUARGA PERTAMA secara tidak sengaja terbunuh oleh John. Di bagian dada orang yang terkubur tsb tergores tulisan seperti ini : ” GO BACK TO THE BEGINNING “. Soal Foto keluarga pertama ada di dompet John karena John sendiri yang memasukkannya sebelum menyuntikkan cairan yang membuat lupa dan mengubur dirinya hidup-hidup, supaya ketika keluar dari kubur John mengira itu adalah istri dan anak-anaknya. Dan soal seseorang yang membakar John di dalam Rumah ketika John sedang bersembunyi di dalam sebuah peti itu kemungkinan adalah PUTRA dari KELUARGA PERTAMA atau PUTRI dari KELUARGA PERTAMA termasuk yang menusukkan pisau ke peti tempat dimana John bersembunyi. Saya menduga bahwa pembunuhan terhadap KELUARGA PERTAMA skenarionya sama dengan pembunuhan KELUARGA KEDUA. Sedangkan KELUARGA KEDUA terdiri dari Seorang Ayah ( Surya Saputra ), Ibu ( Marsha Timothy ), dan dua orang PUTRA. Seperti yang saya katakan di atas, skenario pembunuhan kedua sama dengan pembunuhan pada KELUARGA PERTAMA. Oh iya, untuk foto pada bagian saat John mengendarai sebuah mobil setelah ia menyuntikkan sebuah cairan, itu adalah, saya menduga foto John dan keluarganya. Itu loh sobat, foto yang ada di dalam mobil ( pasti tahu kan ). Itu keluarga John yang asli. Dan saat itu John berada pada kondisi sadar, oleh sebab itulah John menelefon istrinya yang kebetulan sedang mengantar PUTRI nya yang bernama SEAN ke sekolah dan yah kebetulan sedang macet juga ! 😛 Jadi memang sangat membingungkan dan penuh teka – teki. Saya juga mengira bahwa KELUARGA PERTAMA itu ya keluarga John, tetapi memang bukan dengan ditemukannya petunjuk ketika John sedang telfon sebagaimana telah saya singgung di atas. Hehe, mungkin penafsiran saya ini salah. Saya mohon dikoreksi loh ya sobat ! 🙂 Saya jujur saja sangat menyukai film ini, karena dengan segala kesederhanaannya ( salah satunya minimnya dialog ) film ini mampu membawa penonton untuk lebih keras lagi berpikir tentang apa sebenarnya yang hendak disampaikan film tsb. Apalagi di awal – awal film sampai pertengahan film itu kita diombang – ambingkan oleh perasaan yang sangat tidak menentu. ” Ini mau kemana ? ” atau ” Loh ko begitu ? ” dan segudang pertanyaan lain yang saya yakin sobat juga memilikinya. Dan pada akhirnya, saya sangat salut terhadap film besutan Joko Anwar ini. Semoga semua yang tergabung di dalam pembuatan film tsb akan lebih sukses lagi ke depan. Pokoknya untuk semua, sukses terus ! 🙂 ( Dan Terimakasih banyak ya sobat Dodi untuk artikelnya ! Bagus banget ! 🙂 )

  15. Baru nonton filemnya. Telat banget.

    After reading the review and all the comments above, there is only one thing that bugs my mind: THE CAMCORDER.
    Asumsikan lah bahwa hanya ada 1 kabin yang dipakai dalam film ini. Sesaat sebelum John (or whoever you call him, because at the end we realize that he’s not John) meninggalkan kabin yang menjadi TKP, dia meninggalkan camcorder dengan petunjuk “Press play” dengan tujuan kalau dia melihat itu, dia akan terstimulasi bahwa dia sedang diburu oleh pembunuh berdarah dingin (thanks to the potion). Bagaimana kalau anak dari keluarga yang dibunuh (yang dibiarkan hidup) memainkan video itu dan melihat wajahnya (yang direkam sebelumnya) dan membawa camcorder tersebut keluar kabin? Apakah dia masih akan terstimulasi bahwa dia adalah bagian dari keluarga yang dibunuh dan bahwa dia sedang diburu? Kemungkinan itu sangat mengganggu.

    • Saya juga baru nonton dan punya banyak pertanyaan yang ternyata sudah terjawab diatas. Bantu jawab, mas, kalau anak dari keluarga pertama dipastikan tidak akan ke kabin tersebut lagi, ditunjukkan dari dialog mereka yang mengatakan bahwa mereka menghindari area kabin sebelum bertemu John. Tapi memang film ini ini banyak kebetulan yang membuat John pribadi yang sangat beruntung, sih. Tidak ada jaminan bahwa anak laki-laki dari keluarga kedua tidak akan datang ke kabin dan menemukan camcorder tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s