Belajar Bisnis dari Para Pebisnis Muda

Berbisnis di zaman sekarang ini tidak hanya dilakoni oleh orang-orang dewasa.  Betapa tidak, di lapangan kita bisa melihat mahasiswa bahkan pelajar sekolah menengah atas mampu ikut berkecimpung dalam dunia usaha. Berikut liputan khusus Singgalang Masuk Sekolah mengenai para pelajar SMA di kota Padang yang telah berkecimpung di dunia bisnis.

Welan Mauli Angguna, 17, Bisnis Puding

Dok.Pribadi

Bisnis puding, itulah bisnis yang ditekuni cewek kelahiran 20 Agustus yang masih tercatat sebagai pelajar di SMA Negeri 1 Padang (Ketika tulisan ini ditulis masih tercatat sebagai pelajar SMA, sekarang ia tengah menempuh studi di jurusan Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia). Ide bisnis ini didapati Welan ketika ia makan bersama keluarganya di salah satu Resto fastfood yang tersohor di Padang. Welan menilai ide bisnis tersebut cukup menjanjikan dalam segi keuntungan. Sehingga Welan pun meminta bantuan modal pada Mamanya.

Menurut Welan, berbisnis puding modalnya tidak begitu besar, sehingga ia tidak begitu terbebani untuk memulai usaha bisnis ini. Satu porsi puding dijulanya dengan harga Rp.1.500. Dari bisnis ini, ia bisa meraup keuntungan minimal Rp.200 ribu per bulan. “Selain puding itu gampang bikinnya, usaha puding masih jarang penjualnya, sehingga pasar peminatnya cukup banyak. Lagian, bisnis makanan itu untungnya gede,” ujar cewek yang hobi membaca dan main musik ini. Keuntungan dari bisnis puding tersebut dimanfaatkan oleh Welan untuk membeli kebutuhan pribadinya seperti tas, baju, sandal hingga buku bacaan.

Kevin Rama Chandra, 17, Bisnis Fotografer Freelance

Dok.Pribadi

Berawal dari hobi, mengilhami Kevin Rama Chandra untuk bergelut di bisnis fotografer freelance. Ketidakterikatan kerja dan sifat bisnisnya yang bebas semakin memantapkan pilihannya untuk jauh lebih terjun pada bisnis ini. Pengakuannya pada SMS, bisnis ini terbilang cukup menjanjikan. Pasalnya tiap minggunya di kota Padang hampir selalu ada pesta perkawinan. Hal itulah yang dijadikan Kevin sebagai peluang bisnis yang bisa meraup keuntungan besar.

“Dari bisnis itu Kevin bisa dapat keuntungan hingga Rp.1,5 juta untuk setiap orderan foto wedding,” ujar cowok yang hobi fotografi dan desaign grafis ini. Kevin mengatakan untuk satu orderan pra-wedding ia bisa mengantongi uang hingga Rp.800 ribu, sedangkan untuk foto model bisa meraup kocek sebesar Rp.400 ribu. Meski masih tercatat sebagai pelajar, tak membuat Kevin merasa terganggu dengan adanya bisnis ini. Ekspektasi kedepannya, Kevin berharap ia bisa membuka Studio Photo sehingga bisnisnya bisa dapat dikembangkan. Saat ini Kevin tercatat sebagai Mahasiswa Universitas Katholik Parahyangan Bandung.

Ashari Hidayat, 17, Bisnis Hamster

Dok.Pribadi

Dari hobi mengkolekasi hamster mengantarkan Ashari Hidayat bergelut di dunia bisnis hamster. Koleksi tipe hamster yang terbilang beragam di rumahnya, membuat Dayat (demikian sapaan akrabnya-red) berkecimpung semakin jauh dengan dunia usaha ini. Dayat melihat adanya potensi peluang usaha yang menjanjikan dari bisnis hamster ini. “Peluang bisnis ini terbilang masih langka, penjual hamster masih jarang di kota Padang,” ucapnya. Lebih jauh ia mengatakan, bila membeli hamster di Pet Shop harga hamster dipatok relatif mahal, sama halnya bila membeli di hamster di komplek pasar raya Padang. “Tapi kalau beli sama Dayat, harganya di jamin murah, karena Dayat menyesuaikan dengan kantong pembeli,” tambahnya.

Kendatipun demikian, Dayat tidak menutupi kalau untuk memulai bisnis ini memakan modal yang cukup besar. Untuk harga jualnya, paket paling murah dijual seharga Rp.300 ribu termasuk hamster dan kandang. Sedangkan untuk paket paling mahal harganya dipatok hingga Rp.600 ribu. Indikasi mahal murahnya ditinjau dari tipe hamster, besar ukuran kandang, dan langka atau tidaknya tipe hamster. Dari bisnis ini, Dayat bisa mengantongi uang sebesar Rp. 3 juta per bulannya. Keuntungan dari bisnis ini digunakannya Dayat untuk modal yang diputarkan kembali hingga untuk kebutuhan konsumsi pribadi. (Saat ini Dayat menempuh pendidikan di Institut Pendidikan Dalam Negeri, Jatinangor, Bandung)

Melda Novia, 17, Bisnis Pulsa

Melda Novia, siswa SMA Adabiah Padang. Ketertarikannya dengan dunia bisnis dilandasi atas pikiran bahwa dengan membuka sebuah bisnis sangat menguntungkan secara finansial. Tak tanggung-tanggung, ia telah memulai bisnis tersebut sejak kelas satu SMA. “Saya sudah mulai menjual pulsa sejak kelas satu SMA,” katanya.

Ia mengaku selain pengalaman, dengan berkecimpung dirinya di dunia bisnis sangat membantunya untuk mempelajari bagaimana taktik berbisnis. Taktik tersebut berguna untuk melihat potensi keuntungan yang besar. “Biasanya keuntungannya saya gunakan untuk menambah uang saku,” ujarnya. Kendatipun telah merasa berhasil sejauh ini mengelola usaha atau bisnis pulsa, Melda tak mengelak bahwa ia juga menuai beberapa kendala-kendala yang menghambat kemajuan bisnisnya. “Salah satu kendala yang cukup memprihatinkan yaitu adanya konsumen yang membeli pulsa dengan sistem ngutang,” akunya.

M.Ola Oktrian, 17, Bisnis Kelinci

M.Ola Oktrian, juga mencoba peruntungan di dunia bisnis sejak ia kelas 2 SMA. Ketertarikannya pun didasari atas keuntungan yang ia dapat, khususnya secara materi. Bisnis yang ditekuni M.Ola Oktrian juga terbilang unik. Ia menjual anak dan bibit kelinci dengan harga sedang dan tinggi. Keuntungan yang ia raup melalui bisnis ini setidaknya telah membantu ia dalam memenuhi kebutuhan pribadinya. Beberapa kendala pun sempat menghambat bisnis yang ia lakoni tersebut. Sebut saja kendala ketika perawatan dan pengiriman kelinci pada pelanggannya. Hal tersebut kerap kali menjadi penghambat bagi Ola untuk mengembangkan bisnisnya jauh lebih luas lagi. (Liputan oleh Dodi Prananda)

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s