Baju Baru Sang Raja; Cara Lain ‘Menertawakan’ Hipokrit Politik

(Catatan atas Pementasan Teater ‘Baju Baru Sang Raja’ karya/sutradara I.Yudhi Soenarto)  Oleh: Dodi Prananda Menyaksikan pementasan teater Baju Baru Sang Raja karya/sutradara I.Yudhi Soenarto yang diangkat dari The Emperor’s New Clothes karya H.C. Andersen seperti menyaksikan potret imajinasi yang sangat nyata kita rasakan saat ini. Boleh jadi, pementasan ini semacam gambaran betapa miris dan ironinya keadaan dan…

Tanamlah Toge, Berharap Tumbuh Trembesi!

Inilah yang setidaknya menjadi sebuah analogi dalam pemikiran saya, seusai mengikuti sebuah seminar yang mengangkat isu-isu kepemudaan. Sebuah Seminar bertajuk ‘Seminar Kepemudaan: Kontiniutas Peran Pemuda dalam Kepemimpinan, Kepeloporan dan Kewirausahaan yang dihelat oleh BEM FISIP dan Mahalum Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia, Kamis (15/12) di Auditorium AJB Bumiputera, Gedung F Lantai 2….

Muhammad Iman Usman Itu Dimata Saya, Seperti…

Oleh: Dodi Prananda Sebelum saya memulai cerita ini, saya hendak memperkenalkan diri terlebih dahulu melalui bahasa tulis. Saya Dodi Prananda, berusia 18 tahun dan saat ini sedang menempuh studi di jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia. Tulisan ini semata, memberikan gambaran, penilaian serta apresiasi terhadap pribadi Sdr.Muhammad Iman Usman, senior saya di SMA Negeri 1 Padang…

Waktu-Waktu Produktif yang Diperkosa Kemalasan

Belakangan, inilah yang kerap menimpa saya; waktu-waktu produktif yang diperkosa kemalasan. Saya tidak mengerti, entah kenapa tiga bulan belakangan ini saya menjadi manusia yang amat pemalas. Tidak hanya soal malas menulis, tetapi juga untuk aktivitas harian. Dulu, ketika masih di Padang, saya merasa amat sangat mandiri melakukan aktivitas rumahan. Saya jadi babu untuk diri saya…

‘Surat Kecil Untuk Bapak Presiden’

(SEDIKIT PENGANTAR) Teman saya di Komunikasi, Amalia Puspa Khoirunissa, suatu malam minta dituliskan sebuah puisi tentang kemiskinan. Saya menjadi ingat puisi yang dulu pernah saya tulis sewaktu penyeleksian peserta Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), helatan Kementerian Pendidikan Nasional. Puisi berjudul Surat kecil untuk Bapak Presiden ini, mengantarkan saya menjadi Juara II dan tidak berkesempatan…

Saya Bangga Menjadi Mahasiswa Komunikasi UI

Saya menyadari, ketika masa kenaikan kelas XI di bangku Sekolah Menengah Atas saya baru menyusun target untuk bisa berkuliah di jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia. Ketika masih awam dulu, sewaktu masih buta tentang jurusan di perkuliahan, saya hanya tahu Universitas Indonesia didengung-dengungkan sebagai universitas terbaik di Indonesia tanpa tahu jurusan apa saja yang popular di…

Refleksi 18 Tahun: Sebuah Catatan Evaluasi Diri

Rasanya baru kemarin, saya merayakan hari kebahagian sebagai manusia berusia tujuh belas tahun bersama teman-teman dan keluarga. Tapi, hari ini, Minggu, 16 Oktober 2011 kebahagian yang sama kembali menghampiri saya. Inilah momentum yang saya tunggu-tunggu di setiap tahunnya. Bilamana hari kelahiran datang, maka disanalah akan ada semacam evaluasi diri untuk sekadar mengukur, telah sejauh manakah…

Hari yang Kuingat Lagi Saat Membaca Tulisan Ini…

Padang, 17 Mei 2011 Saya keluar rumah sekitar pukul satu, ketika matahari tegak lurus dengan bumi. Saya menuju kantor yang terletak di Jalan Gajah Mada, mesti turun dari angkutan kota warna putih menuju Pasar Raya. Lalu saya menyambung angkot jurusan Jati. Saya bermaksud akan menginap di kantor. Di kantor, saya bisa mengakses internet dengan mudah….

Kandang Bapak

(Dimuat di Koran Haluan, 16 Oktober 2011) Saya tidak pernah tahu, sejak kapan bapak saya hobi mengoleksi kelinci. Bila bertanya pada ibu soal itu, ibu selalu menutup mulut. Hanya diusia tujuh tahun dulu, ibu pernah bercerita bahwa bapak saya sangat menyukai kelinci. Dan setelah itu, saya tidak lagi pernah mendapat cerita tentang kenapa bapak saya…

Tragedi Sampah

:mengenang Musibah di Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, 21 Februari 2005 (puisi ini ditulis untuk memperingati Hari Anti Sampah Nasional, 21 Februari 2011)   Enam tahun lalu di kota kami, orang-orang saban harinya sibuk memproduksi sampah dari mulut-mulut mereka. dari rumah-rumah mereka. dari toko-toko mereka. dari apartemen mereka. dan dari pabril-pabrik mereka. Sehingga ketika kami hendak…