Mereguk Rindu pada Wajah Ibu

Bu, didalam secangkir teh yang

Kureguk saban hari

Ada wajah tirusmu yang

Berdansa di mataku

 

Maka meluaplah embun dingin di mataku

Bersama lindu, musim angin berkabut

Hujan lalu gerimis

Dan ibu, aku mereguk rindu

Di rahimmu aku menjahit tangis

 

Lagi-lagi aku mereguk secangkir teh

Seperti sewindu yang telah lalu

Aku menyusu peluh menjadi kasih utuh

Tentang yang telah lewat dan yang bernama pilu

 

Bu, malam ini aku mereguk secangkir teh

Di matamu

 

 

Padang, 181210


 

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s