Sajak-Sajak

Catatan Nasib

akankah masih ada kesempatan

buat saudara kita yang tidur di depan etalase

buat duduk di bangku tinggi?

untuk mengenyam kejamnya dunia yang membuat mereka sengsara!

 

tapi, apa masih ada tempo dan jarak waktu?

-meskipun hanya sedetik saja-

buat saudara kita yang tidur di kolong jembatan

untuk dapat mendengkur hingga pulas

di sofa empuk hasil penjarahan para orang yang tak berperasaan!

 

bagaimana nasib bangsa kelak

kalau dunia masih juga ribut-ribut dan semua orang nangis cengeng,

mengenang

 

nasib yang menyengsarakan!

 

sungguh, air mata masih akan menetes hingga nanti

kalau kita mencoba untuk mengeja nasib bangsa nantinya

nasib kelak

 

Kampung Jao, 2008

 

Iklan
Standar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s